DATA

A.  PENGERTIAN DATA


1.  Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka - angka, huruf, simbol - simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih belum dapat ‘bercerita’ banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.
2.  Data juga bisa berarti kumpulan file atau informasi dengan tipe tertentu, baik suara, gambar atau yang lainnya.
3.  Menurut kamus oxford data adalah “facts or information used in deciding or discussing something” : “fakta atau informasi yang digunakan dalam menentukan atau mendiskusikan sesuatu”. Juga bisa berarti “information prepared for or stored by a computer” dalam bahasa Indonesia berarti “informasi yang disiapkan untuk atau disimpan oleh komputer.
4.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia data adalah keterangan yang benar dan nyata. Atau keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan bahan kajian (analisis atau kesimpulan).

B.  TEKNIK PENGUMPULAN DATA

1.  Kuesioner (Angket)
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk menggali data sesuai dengan permasalahan penelitian. Menurut Masri Singarimbum, pada penelitian survai, penggunaan kuesioner merupakan hal yang paling pokok untuk pengumpulan data di lapangan. Hasil kuesioner inilah yang akan diangkakan (kuantifikasi), disusun tabel-tabel dan dianalisa secara statistik untuk menarik kesimpulan penelitian.

Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah  :
(a)  Untuk memperoleh informasi yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian,
(b)  Untuk memperoleh informasi dengan reliabel dan validitas yang tinggi.

Menurut Suharsimi Arikunto, sebelum kuesioner disusun memperhatikan prosedur sebagai berikut :
1)  Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner.
2)  Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
3)  Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-sub variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
4)  Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus unit analisisnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kuesioner, antara lain:
1)  Pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam kuesioner juga harus sesuai dengan variebel-veriabel penelitian, yang biasanya sudah didefinisikan dalam definisi operasional, yang mengandung indikator-indikator penelitian sesuai dengan permasalahan penelitian.
2)  Tiap pertanyaan dalam kuesioner adalah bagian dari penjabaran definisi operasional, sehingga dapat dianalisa dengan tepat untuk menjawab permasalahan penelitian.

Ditinjau dari segi cara pemakain kuesioner, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh peneliti, antara lain:
1)  Kuesioner digunakan dalam wawancara  tatap muka  dengan responden
2)  Kuesioner diisi sendiri oleh responden
3)  Wawancara melalui telepon
4)  Kuesioner dikirim melalui pos.

Contoh Angket :
1)  Angket Terbuka, yaitu angket dimana responden diberi kebebasan untuk menjawab
2)  Angket Tertutup, apabila jawaban pertanyaan sudah disediakan oleh peneliti.
3)  Angket semi terbuka, yaitu jawaban pertanyaan sudah diberikan oleh peneliti, tetapi diberi kesempatan untuk menjawab sesuai kemauan responden.

Berdasarkan dari bentuknya, angket terdiri dari 4 jenis yaitu :
1)  Pilihan ganda
2)  Isian
3)  Chek list
4)  Rating Skala

b. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

Ditinjau dari sasaran atau obyek yang akan dievaluasi,  ada beberapa macam tes dan alat ukur yaitu :
1)  Tes kepribadian atau personality test, yaitu tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang, seperti self–concept, kreativitas, disiplin, kemampuan khusus, dan sebagainya.
2)  Tes bakat atau abtitude test, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.
3)  Tes intelegensi atau intellegence test, yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan estimasi atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur intelegensinya.
4)  Tes sikap atau attitude test, yang sering disebut dengan istilah kala sikap, yaitu alat yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.
5)  Tes minat  atau measures test yaitu tes yang digunakan untuk menggali minat seseorang  terhadap sesuatu.
6)  Tes prestasi atau achievement test yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.

c.  Wawancara
Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses penelitian. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali pemikiran atau pendapat secara detail. Oleh karena itu dalam pelaksanaan wawancara diperlukan ketrampilan dari seorang peneliti dalam berkomunikasi dengan responden. Seorang peneliti harus memiliki ketrampilan dalam mewawancarai, motivasi yang tinggi, dan rasa aman, artinya tidak ragu dan takut dalam menyampaikan wawancara. Seorang peneliti juga harus bersikap netral, sehingga responden tidak merasa ada tekanan psikis dalam memberikan jawaban kepada peneliti.

Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:
1)  Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan.
2)  Pedoman pewawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai chek-list.

d.  Dokumen
Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Sumber lain yang bukan dari manusia (non-human resources), diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik. Dokumen terdiri bisa berupa buku harian, notula rapat, laporan berkala, jadwal kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran dasar, rapor siswa, surat-surat resmi dan lain sebagainya.
Selain bentuk-bentuk dokumen tersebut diatas, bentuk lainnya adalah foto dan bahan statistik. Selain foto, bahan statistik  juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen yang mampu memberikan informasi kuantitatif, seperti jumlah guru, murid, tenaga administrasi dalam suatu lembaga atau organisasi. Data ini sangat membantu sekali bagi peneliti dalam menganalisa data, dengan dokumen-dokumen kuantitatif ini analisa data akan lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan penelitian.

e.  Observasi
Agar observasi yang dilakukan oleh peneliti memperoleh hasil yang maksimal, maka perlu dilengkapi format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti bukan hanya sekedar mencatat, tetapi juga harus mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat.
Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu observasi partisipasi dan non-partisipan. Observasi partisipasi dilakukan apabila peneliti ikut terlibat secara langsung, sehingga menjadi bagian dari kelompok yang diteliti. Sedangkan observasi non partisipan adalah  observasi yang dilakukan dimana peneliti tidak menyatu dengan yang diteliti, peneliti hanya sekedar sebagai pengamat.

C.  JENIS - JENIS DATA

C.1.  Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya
a)  Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi.
b)  Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial.

C.2.  Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data
a)  Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal.
b)  Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi.

C.3.  Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya
a)  Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka.
b)  Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna.

C.4.  Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
a)  Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli.
b)  Data Kontinyu
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya.

C.5.  Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
a)  Data Cross Section

Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu.
b)  Data Time Series / Berkala
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis.

D.  PENGERTIAN VARIABEL

Variabel adalah atribut, obyek yang mempunyai variasi antara yang satu dengan yang lain
Contoh: prestasi belajar siswa, tinggi badan, berat badan, sikap, motivasi, disiplin, berat, ukuran,
bentuk.

Variabel mengandung variasi. Data yang satu berbeda dengan data yang lain. (Hatch dan Farhady,
1981)

Variabel adalah constructs (sifat) yang dipelajari, yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different
values). (Kerlinger, 1973)

Variabel adalah kualitas yang diselidiki peneliti untuk membuat penarikan kesimpulan Kidder, 1981).

Kesimpulannya variabel penelitian adalah atribut/sifat/nilai dari orang/obyek/kegiatan yang mempunyai
variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya

E.  MACAM - MACAM VARIABEL

a)  Variabel independent, merupakan variabel yang mempengaruhi atau variabel yang dalamkasanah teori mandiri.
b)  Variabel dependent, merupakan variabel yang dalam penelitian dipengaruhi baik oleh variabel luar atau variabel independent.
c)  Variabel luar (konfonding), merupakan variabel yang dapat mempengaruhi baik variabel independent maupun variabel dependent.

Sumber :
http://internet.artikel2.com/pengertian-data.html
http://contohskripsi-makalah.blogspot.com/2012/04/jenis-dan-teknik-atau-metode.html
http://organisasi.org/klasifikasi_jenis_dan_macam_data_pembagian_data_dalam_ilmu_eksak_sains_statistik_statistika
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/195909221983031-YAYA_SUKJAYA_KUSUMAH/Pengertian_Variabel_Penelitian.pdf.
http://www.scribd.com/doc/78015384/Pengertian-Dan-Macam-Variabe
http://doublej4692.blogspot.com/search/label/Tugas%20Bahasa%20Indonesia%202