VSCO Camera

Mengedit foto menggunakan smartphone hingga tampak profesional dengan VSCO Cam (REVIEW)

Gambar di atas merupakan gambar random yang saya cari di akun Instagram, sadarkah Anda foto-foto tersebut memiliki kesamaan? Apakah kesamaan dari ketiganya? Bila belum menyadarinya, ketiga akun tersebut menggunakan hashtag (tanda pagar) VSCO Cam. Selain mereka bertiga, beberapa teman dekat saya pun menggunakan hashtag yang sama, sehingga timbul penasaran tentang aplikasi apa yang mereka maksud dan langsung mencobanya. 
VSCO Cam merupakan aplikasi rilisan dari Visual Supply Co. Aplikasi ini tercipta karena keterbatasan filter dan tidak adanya pengaturan warna, contrast, exposure, dan lain-lain pada Instagram yang membuat para developer menciptakan aplikasi smartphone yang berfungsi untuk mengedit foto-foto jepretan Anda sebelum di-upload ke Instagram. VSCO cam adalah aplikasi yang sedang hits di Indonesia maupun dunia. Dengan VSCO Cam Anda bisa mengedit foto layaknya fotografer professional dengan warna-warna vintage cerah ataupun bergaya gloomy. 

Lebih dahulu tenar untuk perangkat iOS 

Aplikasi VSCO Cam ini hadir untuk perangkat Android setelah membuat debut yang luar biasa pada operating system iOS sejak 2012. Di Google Play sendiri, sejak kemunculannya di 2013 lalu, hingga kini sudah mencapai 10 juta download. Kabarnya dalam waktu dekat aplikasi ini juga akan tersedia untuk perangkat Windows Phone. Kekuatan aplikasi VSCO Cam terletak pada tingkat beragamnya kustomisasi yang menawarkan banyak sekali preset mengubah sepanjang spektrum warna, yang berarti Anda bisa menggunakan banyak sekali filter foto untuk mengubah gambar. Aplikasi ini gratis untuk di-download tetapi juga menawarkan pembelian filter di dalam paket preset. 
5 fitur andalan di dalamnya 
Ketika membuka aplikasi ini, pengguna akan langsung melihat lima fitur utama yang terdapat di dalamnya, yakni: 
1. Grid 
VSCO Grid merupakan wadah yang disediakan oleh VSCO bagi para penggunanya untuk saling berbagi foto dengan pengguna lain, dengan melakukan sign up terlebih dahulu. Anda juga akan memiliki akun galeri pribadi di website VSCO Cam. Namun sayangnya belum ada fitur untuk memberikan komentar ataupun like pada galerinya. Dan karena saya tidak tertarik untuk sign in, maka foto saya tidak terdapat di dalamnya. 
2. Journal 
Journal merupakan vitur seperti halnya newsletter yang memberikan Anda beragam informasi tutorial, inspirasi kreatif, interview, dan beragam info lainnya. Kiri kanan: Home, Grid, dan Gallery dari VSCO Cam 
3. Setting 
Setting digunakan untuk mengubah posisi penempatan tool dan juga preset, serta mengatur networking dengan beberapa jejaring sosial (Instagram, Facebook, Twitter, Google+). Jadi selain fitur-fitur gratis yang disediakan langsung di fitur editing, VSCO juga menyediakan beragam preset dan tools yang jauh lebih banyak dan lebih menarik yang bisa Anda download lewat In-App Purchase Store-nya. Pengguna bisa membelinya atau bisa juga download beberapa pilihannya dengan gratis. 
4. Gallery 
Pada fitur ini Anda bisa mengimport photo alias memasukkan file dari galeri di handphone Anda. Namun sayangnya VSCO Cam hanya terbatas menerima ukuran dengan resolusi standar dan tidak bisa mengimpor dengan resolusi besar. Anda juga bisa melakukan proses editing, dalam aplikasi versi Android pengguna akan dapat menikmati 10 preset (mulai dari vivid color hingga black&white) juga ditambah beberapa tool editing (exposure, temperature, contrast, dll). Setelah melakukan editing, Anda juga bisa mengeshare foto yang telah diedit tersebut ke akun Google+, Instagram, Facebook, Twitter, Weibo, VSCO Grid℠, dan juga disimpan di galeri. Kiri – kanan: Journal, Shop, dan Share VSCO Cam 
5. Camera 
Pada fitur ini terdapat sedikit perbedaan antara VSCO Cam versi iOS dengan Android. Ada beberapa tool yang tidak tersedia di Android seperti two-finger split focus dan matering karena mayoritas perangkat Android juga tidak mendukung spot matering. Padahal kedua tool ini memberikan keistimewaan pada pengguna untuk mengatur fokus kamera dan pencahayaan. Sebagian tools preset pada VSCO Cam

Apa Yang Menarik Sebenarnya Tentang VSCO Cam?

Satu perkara yang saya suka di masa lapang adalah berkunjung ke profile Instagram pengguna lain secara rawak. Ada di antaranya hadir dengan hasil yang sangat menarik sehingga saya tidak percaya bahawa gambar tersebut diambil daripada sebuah telefon. Ia menampilkan gambar dengan warna yang sangat unik dan saya pasti pemilik profile ini menggunakan iPhone kerana melihat hashtag yang dilabel dengan perkataan #vscocam.
Semalam pihak Visual Supply Company telah melancarkan aplikasi VSCO Cam pula untuk Android secara rasmi. Ia merupakan suatu aplikasi paling diminta oleh pengguna Android setelah sekian lama berada di platform iOS secara eksklusif sebelum ini. Bagi saya, ini adalah berita gembira kerana inilah aplikasi yang saya nanti-nantikan selama menggunakan peranti Android. Ia sebuah aplikasi yang dapat menjadikan gambar yang diambil kelihatan istimewa dan sangat cantik daripada kebiasaannya.
Namun begitu, kehadiran aplikasi ini turut ada yang merasakan VSCO Cam adalah satu aplikasiimage editor yang lain dan biasa sahaja untuk Android. Saya tidak berasa sebegitu kerana majoriti pengguna iPhone yang bijak menggunakan VSCO Cam sebelum ini sudah cukup membuatkan saya ‘cair’ melihat Instagram mereka. Sebagai contoh, saya sertakan beberapa profile Instagram yang menarik untuk dilihat dengan hasil VSCO Cam ini.
 Bagi saya, keistimewaan VSCO Cam adalah terletak pada filter. Apa yang membezakan VSCO Cam dengan aplikasi lain, filter yang direka padanya dibuat oleh golongan fotografi profesional dan setiap filter yang hadir menampilkan kesan warna yang unik dan sukar untuk didapati pada aplikasi lain. Sebagai permulaan, VSCO Cam menampilkan 10 filter khas secara terbina dan sekiranya anda mahukan filter yang menarik dengan lebih lagi, VSCO Cam turut didatangkan dengan fungsi Store.
Menggunakan VSCO Cam juga sangat mudah kerana ia tampil dengan kawalan yang straight-forward dan seimbang dari segifunctionality dan fungsi sharing. Pada bahagian galeri, ia menempatkan sejumlah gambar yang sedang disunting dan sekiranya anda ingin menambah gambar padanya, tekan pada logo tambah yang berada di atas galeri. Sekiranya anda menekan pada salah satu gambar yang berada di galeri VSCO Cam, ia akan membawa anda ke ruangan suntingan yang hadir dengan filter pilihan. Setelah selesai membuat suntingan pada gambar, VSCO Cam membolehkan anda berkongsi gambar tersebut melalui senarai laman sosial utama.
Apa yang menarik lagi, tahun ini juga pihak pembangun VSCO Cam turut melancarkan VSCO Grid yang membolehkan pengguna ‘showcase’ gambar mereka hasil daripada VSCO Cam ini.
Ramai yang mengatakan fungsi ini merupakan fungsi yang membunuh Instagram tapi yang pasti, VSCO Grid bukanlah saingan bagi Instagram. Saya merasakan VSCO Grid merupakan tempat yang mana ‘hanya gambar lawa sahaja’ untuk disimpan dan dijadikan sebagai satu galeri eksklusif bagi pengguna. Ia tidak didatangkan dengan sebarang sistem komen dan like tapi hanya sekadar meletakkan caption pada gambar. Boleh dikatakan VSCO Grid adalah ‘Tumblr mini’ bagi pengguna VSCO Cam dan fungsi ini juga boleh didapati secara terbina melalui ruangan sidebarpada aplikasi ini.
Bagi saya juga, Snapseed atau aplikasi pihak ketiga yang lain tidak patut dibandingkan dengan VSCO Cam kerana apa yang ditawarkan agak berbeza. Snapseed sedia kita kenali memberikan kuasa suntingan yang pelbagai pada peranti pintar masa kini. Ia hadir dengan beberapa tools khas yang membolehkan anda menaikkan kontras, melakukan efek HDR, dan meletakkan efek blur pada gambar. Tetapi pada aplikasi VSCO Cam, ia sudah disediakan dengan filter khas padanya dan sedia digunakan terus pada gambar anda.
VSCO Cam juga turut hadir dengan fungsi suntingan asas seperti kebolehan mengubah temperaturebrightness, dan kontras pada setiap filter tapi ia tidak sehebat tools pada Snapseed kerana VSCO Cam bukan dicipta untuk itu. Ia dicipta lebih kepada keupayaan dan suntingan pada filter.
Saya juga sering menggunakan kedua-dua aplikasi ini untuk memproses gambar sebelum saya memuat-naiknya ke Instagram. Saya akan menggunakan Snapseed terlebih dahulu untuk menaikkan kontras dan membuat perubahan warna pada gambar. Selepas selesai dan saya berpuas hati dengan tahap keterangan dan kejelasan pada gambar tersebut, barulah saya akan menggunakan VSCO Cam untuk memasukkan filter uniknya. Kemudian, gambar yang habis ‘diproses’ melalui kedua-dua aplikasi ini, Instagram akan melakukan tugasnya pula untuk memuat-naik gambar ini.
Kedua-dua aplikasi ini sekiranya kita bijak gabungkan kuasa suntingannya, ia akan memberikan hasil gambar yang ‘outstanding’ dan tampil luar biasa.
Tidak hairanlah aplikasi ini mempunyai ramai permintaan sehinggakan ada yang sanggup membeli iPhone kerana semata-mata mahukan aplikasi VSCO Cam sebelum ini. Perkara ini saya laluinya secara realiti bila mana ramai rakan saya yang bertukar kepada iPhone atas sebab kehadiran aplikasi ini sahaja.
Tapi perlu diingatkan, VSCO Cam juga memerlukan kemahiran dan kreativiti anda mengambil gambar. Jika tidak, ia tidak memberi sebarang kecantikan pada gambar yang diambil walaupun disunting dengan aplikasi VSCO Cam. Itu sebab mengapa ada mengatakan VSCO Cam tidak memberi sebarang ‘hype’ langsung kepada mereka. Sama juga dengan efek HDR. Jika ia tidak digunakan pada gambar yang betul, ia akan menampilkan hasil yang sangat buruk dan tidak cantik untuk dilihat. Jadi, kesemua hasil yang didatangkan juga terletak pada tangan anda.
Bagi anda yang belum memuat turun aplikasi VSCO Cam, aplikasi ini ditawarkan secara percumadan boleh dimuat-turun melalui saluran App Store dan Google Play Store. Bagi yang sudah memuat-turunnya, apakah pandangan peribadi anda tentang VSCO Cam?
Kesimpulan 
Bagi para maniak foto yang menggunakan smartphone, aplikasi ini dapat menjadi jawaban untuk edit foto layaknya kamera professional dengan banyaknya preset yang disediakan dan kemudahan menggunakannya. 
Dibandingkan dengan aplikasi edit foto sejenis (saya sebelumnya menggunakan Line Camera, dan Photo Grid), VSCO Cam unggul dengan preset yang beragam dan dapat memungkinkan pengguna melihat hasil jepretan pengguna lainnya. 

PLUS: Desain yang bagus dan interface sederhana. Banyak filter yang tersedia, bahkan akan lebih komplit juga kamu melakukan pembelian di in-App Purchase. Dengan adanya VSCO Grid, publikasi foto makin leluasa. Fitur editing yang tidak ketinggalan jaman. 

MINUS: Ukuran gambarnya terbatas, itu berarti meskipun desain-nya apik dan profesional, pengguna tidak bisa mem-publish gambar dengan resolusi besar, tapi untuk keperluan share di media sosial sudah cukup memadai.

Sumber :

http://id.techinasia.com/vscocam-aplikasi-edit-foto-mudah-hasilnya-profesional/
http://amanz.my/2013/12/apa-yang-menarik-sebenarnya-tentang-vsco-cam/

PEMBUATAN PENULISAN ILMIAH UNIVERSITAS GUNADARMA

TUNTUNAN PEMBUATAN PENULISAN ILMIAH
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER dan TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI dan MANAJEMEN INFORMATIKA


1. PENDAHULUAN

Penulisan Ilmiah (selanjutnya ditulis dengan PI saja) merupakan tugas yang harus dikerjakan oleh setiap mahasiswa yang telah duduk di semester 6. PI memiliki bobot 2 SKS. PI bisa merupakan karya ilmiah atas hasil studi di lapangan (aplikatif), studi pustaka (teoritik), maupun gabungan keduanya.
Studi lapangan bisa berupa kerja praktek, magang, wawancara, pengamatan, studi banding, dan berbagai cara lainnya. Studi pustaka bisa berupa perbandingan teori, pengembangan teori, pengaplikasian teori, pembuktian teori, dan sebagainya.
PI harus diselesaikan dalam 3 (tiga) bulan sejak diterimanya Surat Keputusan Rektor Universitas Gunadarma tentang kewajiban menulis PI bagi mahasiswa, dan penunjukan Dosen Pembimbing PI.

2. STRUKTUR DASAR PI

PI memiliki struktur dasar : (1) adanya masalah, (2) adanya teori-teori, dan (3) pemecahan masalah dengan teori-teori tersebut. Di dalam penyusunan PI, struktur dasar tersebut ditambah (a) Pendahuluan (b) Penutup dan dilengkapi dengan format-format yang berlaku di setiap program studinya, seperti kolom tanda tangan pembimbing, Ketua Jurusan, dan Koordinator Sidang PI. Buku PI juga dilengkapi dengan Daftar Gambar, Daftar Tabel, Daftar Isi, Kata Pengantar, Lampiran, Abstraksi, Daftar Pustaka, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Pada Pendahuluan minimal berisi : (a) Latar Belakang Masalah, (b) Batasan Masalah, (c) Rumusan Masalah, (c) Tujuan Penelitian, (d) Metodologi Penelitian, dan (e) Sistematika Penulisan. Pada Penutup dapat berisi Kesimpulan dan Saran atas hasil penelitian yang telah dilakukannya.

3. PEMBABAKAN PENULISAN

Pada intinya, PI terdiri atas 4 Bab, yaitu (1) Pendahuluan, (2) Landasan Pustaka (Teori), (3) Analisis dan Pembahasan, dan (4) Penutup. Namun demikian, pembabakan tersebut bisa saja dikembangkan, misalkan di Bab 3, Analisis dipisahkan dengan Pembahasan, atau diisi bab mengenai Kegiatan Usaha Saat Ini yang sedang diteliti, atau Prosedur Kerja yang masih diberlakukan saat ini, dan sebagainya.





4. BAB PENDAHULUAN

Di bab pendahuluan, Peneliti/ Penulis harus dapat secara fokus menuliskan masalah-masalah yang terjadi di tempat penelitiannya. Dengan membaca bab pendahuluan ini, setiap pembaca sudah dapat mengetahui apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh peneliti dalam penelitiannya.

Agar lebih jelas
untuk tulisan selanjutnya,
diambil contoh unit usaha apotek
yang akan dilakukan komputerisasi administrasinya (aplikatif)


4.1. Latar Belakang Masalah

Di latar belakang masalah dijelaskan, apa saja kendala yang dihadapi oleh pengelola apotek dalam menjalankan kegiatannya. Mungkin saja kendala yang dihadapi adalah (a) kurangnya pegawai, (b) pegawai sering membolos, (c) kekurangan mesin dan petugas kasir, (d) kesulitan membuat laporan keuangan per hari, (e) kesulitan dalam menghitung stok barang, (f) kesulitan dalam pendataan pelanggan, terutama pelanggan yang menggunakan resep, dan sebagainya. Jadi, di latar belakang masalah ini dijelaskan kesulitan-kesulitan yang dihadapi pengelola apotek (unit usaha yang diteliti) yang sedang diamati.

Catatan : Jadi, pada sub bab ini jangan ada penjelasan mengenai komputer atau apa pun yang berhubungan dengan pemecahan masalahnya, karena masih dalam tahap penjelasan masalah
masalah yang dihadapi.

4.2. Batasan Masalah

Tentu saja, dari sekian banyak masalah yang dihadapi apotek tersebut tidak dapat diselesaikan seluruhnya (terutama dengan bidang ilmu komputer). Sehingga, isi batasan masalah adalah pemilihan masalah mana yang akan diselesaikan dengan PI ini.
Misalkan, batasan masalahnya adalah, PI ini akan dibatasi pada masalah kesulitan dalam pembuatan laporan keuangan per hari, pendataan pelanggan, dan penghitungan stok obat.

4.3. Rumusan Masalah

Dari batasan masalah yang telah dipilih, dirumuskan masalah tersebut dengan kalimat tanya. Dengan kalimat tanya tersebut, diharapkan para pembaca lebih tahu ke arah mana PI ini akan digiring.
Rumusan masalahnya adalah : bagaimana rancangan sistem komputerisasi untuk menyelesaikan masalah pembuatan laporan keuangan per hari, pendataan pelanggan, dan penghitungan stok obat di apotek tersebut ?.
Dari sini pembaca akan tahu bahwa PI ini ditulis untuk membuat perancangan sistem komputerisasi guna mecahkan masalah di atas.

4.3. Tujuan Penelitian

Tentu saja, tujuan penelitian ini adalah untuk memecahkan masalah (yang telah dibatasi) di atas. Namun demikian, tujuan-tujuan lainnya (efek positif dari perancangan sistem) boleh saja ditulis. Misalkan, diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan meningkatnya kualitas pelayanan, maka para pelanggan akan merasa puas, dan diharapkan pelanggan akan bertambah  yang dapat meningkatkan penghasilan apotek.

4.4. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian berisi mengenai bagaimana cara kita melakukan penelitian. Misalkan, penelitian ini dilakukan melalui studi lapangan yaitu dengan cara pengamatan, wawancara, penyebaran kuisioner, dan sebagainya.
Penelitian juga dilakukan dengan membaca buku-buku teori tentang perancangan sistem, keuangan, perapotekan, dan contoh-contoh kasus yang menyerupai kasus yang akan dibahas.

4.5. Sistematika Penulisan

Di sini dijelaskan mengenai pembabakan penulisan, Bab 1 mengenai apa, Bab 2 mengenai apa, dan seterusnya. Pembabakan ini dibuat selogis (terurut) mungkin.

5 BAB LANDASAN TEORI

Di bab ini diungkapkan teori-teori yang digunakan Penulis untuk memcahkan masalah. Selain teori, bisa juga dimasukkan alat-alat (tools) perancangan sistem, namun demikian tools tersebut hanya digunakan sebagai pelengkap saja, teori utamanya harus dikedepankan.
Misalkan, pada pembahasan ini teori yang perlu disampaikan adalah apa itu laporan keuangan ?, bagaimana bentuknya ?, apa isinya ?. Lalu, apa itu stok ?, bagaimana mengatur stok ?, dan berbagai teori yang dibutuhkan.
Adapun mengenai tools-nya, bisa berupa gambar-gambar DFD, ERD, flowchart, maupun statements atau penjelasan dari bahasa pemrograman yang digunakan (seperlunya saja)





Jadi di PI jangan ada penjelasan mengenai software, misalkan Visual BASIC yang dijelaskan berlembar-lembar, mulai dari sejarah sampai ke penjelasan mengenai icons-nya, malah teori utamanya tidak ada atau hanya sedikit saja. Cukuplah penjelasan mengenai Visual BASIC tentang kegunaan dan konfigurasi minimal komputer yang dapat menggunakan software ini.


6. BAB ANALISIS dan PEMBAHASAN

Di bab ini dijelaskan secara runut (logis) mengenai langkah-langkah pemecahan masalah yang dilakukan. Bisa dimulai dengan menganalisis permasalahan (di sub-bab batasan masalah), kenapa masalah itu bisa terjadi, apa saja kendalanya, dan apa langkah penyelesaiannya. Selanjutnya dilakukan proses atau prosedur atau langkah-langkah penyelesaian dari sub-bab rumusan masalah.

7. BAB PENUTUP

Pada bab penutup ini, isinya adalah kesimpulan dan saran. Kesimpulan adalah jawaban mengenai “apakah pembahasan yang telah dilakukan dapat memecahkan masalah ?.” Jawaban harus jujur (sesuai dengan norma-norma keilmiahan). Saran berisi mengenai hal-hal yang dapat dikembangkan dari PI yang sudah diselesaikannya ini. Saran juga dapat berisi mengenai penyempurnaan dari PI yang karena sesuatu hal belum dapat dilakukan secara sempurna di sini (misalkan, hendaknya pihak apotek memiliki format kertas yang standar untuk mencetak laporan keuangan harian agar pencetakan dapat menghemat tinta printer dan lebih cepat, dan sebagainya).

8. LAMPIRAN

Lampiran berisi berkas-berkas yang merupakan pendukung penelitian dan penulisan, misalkan bisa berupa listing program, print-out laporan keuangan, lay-out di monitor komputer, surat persetujuan penelitian di apotek, dan sebagainya.

9. PENGALAMAN KESALAHAN

Berikut akan dijelaskan mengenai kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa berdasarkan pengalaman kami dalam membimbing dan menguji PI selama ini.

9.1. Menggunakan kata ganti orang

Masih banyak yang menulis PI seperti menulis buku (dalam hal ini, Penulis mengajak pembaca berpikir atau belajar kepadanya), misalkan pada kalimat-kalimat :
(a)  Seperti sudah kita ketahui bersama ...........(ada kata “kita”)
(b)  Dalam hal ini, Penulis meyakini bahwa ..... (ada kata “Penulis”)
(c)  Bisa Anda lihat di sini ................................ (ada kata “Anda”)

Jadi, jangan gunakan kata ganti orang. Untuk mencegah itu, gunakanlah kalimat pasif, misalkan pada (c) Bisa dilihat di sini ...., dan sebagainya.

9.2 Menggunakan kata perintah

Jangan menggunakan kata atau kalimat perintah di PI yang menjadikan seakan para pembaca adalah ’murid’-nya. Misalkan pada kalimat :

(a)  Lihatlah, bahwa berdasarkan .......(ada kata perintah “Lihatlah”)
(b)  Untuk itu, klik-lah mouse sebanyak dua kali ....(ada kata “klik-lah)

Kembali, gunakan kalimat pasif, misalkan “Dilihat, bahwa berdasarkan...” agar semua penulisan ini dilakukan sendiri oleh si penulis PI.

9.3. Penggunakan suku kata  “di”

Masih banyak yang tidak mengerti kapan suku kata “di” harus dijadikan penunjuk tempat, atau menjadi kata depan, sehingga banyak yang menulis :

(a) Pernyataan diatas sudah tepat ....... (“di” yang digabung dengan kata)
(b) Karenanya, harus di lakukan ...........(”di” yang dipisah dengan kata)

yang seharusnya ditulis : (a) di atas, dan (b) dilakukan.

“Di” dipisah dengan kata berikutnya bila ia menunjukkan tempat, misalkan di Jakarta, di samping, di sini, dan semacamnya.

9.4. Menerangkan kehebatan perkembangan komputer di Latar Belakang Masalah

Sewaktu kita menuliskan masalah di latar belakang masalah, jangan kita bicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemecahan masalah atau yang tidak ada kaitan langsung dengan masalah. Jadi, cerita mengenai perkembangan komputer yang demikian pesat, dan semacamnya tidak perlu kita tuliskan, karena perkembangan komputer tersebut bukan menjadi masalah kita.

9.5. Kesimpulan yang sama dengan yang ada di Latar Belakang Masalah

Banyak yang menulis segala sesuatu di kesimpulam ternyata hanya mengulang tulisan yang pernah ada di latar belakang masalah atau di bagian lain. Padahal, kesimpulan adalah segala sesuatu yang baru kita dapatkan setelah penelitian kita lakukan.
Ibarat menonton sebuah film, maka kesimpulan terhadap sebuah film adalah film tersebut bagus, biasa-biasa saja, atau tidak bagus. Begitu juga dengan PI, di kesimpulan adalah penjelasan mengenai bagus (sesuai dengan yang diharapkan untuk menyelesaikan masalah), biasa-biasa saja (tidak semuanya sesuai dengan yang diharapkan), atau tidak bagus (sama sekali tidak membantu memecahkan masalah).

9.6. Software yang ‘dikupas habis di Landasan Teori’

Software (contoh, Visual BASIC), bukanlah teori. Jadi seharusnya, software tidak perlu dimasukkan di manapun, baik itu di judul penulisan, maupun di dalam teori. Terlebih lagi, software tersebut didapatkan dari membajak (melanggar HAKI), Jika bukan software bajakan, maka perlu dicantumkan lisensi yang didapat di dalam lampiran.
Jika memang untuk menunjang penulisan, software tersebut harus dicantumkan (dan berlisensi) maka jjelaskan secara singkat saja (sekitar 1 alinea) mengenai manfaat software tersebut bagi penelitian. Jadi jangan dikupas habis mulai dari sejarah hingga icons yang disediakannya.

10. STRATEGI PENYUSUNAN PI

Untuk menyusun PI diperlukan strategi khusus, baik strategi dalam faktor fisik maupun strategi dalam faktor mental. Untuk strategi fisik, tidak perlu diterangkan di sini, mudah-mudahan mahasiswa dalam keadaan sehat wal afiat dan pandai menjaga kesehatan tersebut selama masa penulisan PI dan seterusnya.
Adapun strategi non fisik akan diterangkan berikut ini.

10.1. Niat

Kegiatan apapun yang memerlukan kesiapan mental harus didahului dengan niat. Niat adalah kesadaran diri yang penuh bahwa kita akan berbuat sesuatu dengan mengerahkan segala kemampuan diri (berpikir dan bertindak) untuk mencapai apa yang akan kita inginkan, yaitu menyusun PI.
Dengan niat, tentu pikiran kita (di manapun kita berada) akan fokus ke penyusunan PI dan bertindak (berperilaku) untuk mendukung penyelesaian penyusunan PI tersebut.

10.2. Tentukan pokok bahasan

Langkah berikutnya adalah menentukan pokok bahasan. Ada beberapa cara dalam  pemilihan pokok bahasan, antara lain (1) mata kuliah yang disukai, (2) hobi, (3) perhatian, dan sebagainya.
Pada mata kuliah yang disukai (setidaknya karena mendapat nilai yang baik), sedikit-banyak akan membantu dalam menemukan pokok bahasan. Dalam contoh-contoh soal, ada banyak yang bisa dijadikan masalah yang bisa dibuatkan program dengan bahasa pemrograman untuk menyelesaikan masalah tersebut (PI aplikatif)
Pada hobi, tentu juga ada masalah yang bisa diangkat untuk dijadikan masalah di PI. Misalkan hobi kita main catur, bisa kita buatkan program untuk pembelajaran catur bagi pemula (misalkan hanya langkah-langkah yang diijinkan dari setiap bidak catur), atau membuat website untuk saling bertukar pikiran antarpenghobi catur, dan sebagainya.
Pada perhatian, apa yang selama ini menjadi pusat perhatian kita ?. Misalkan bidang kesehatan, atau bidang pendidikan anak-anak balita, bidang keamanan, dan sebagainya. Pada bidang pendidikan anak-anak balita misalkan, kita bisa membuatkan software penunjang belajar bagi mereka, misalkan menampilkan gambar-gambar hewan serta suaranya.
Bisa juga perhatian kita pada bidang bisnis transportasi, misalkan bagaimana membentuk jalur-jalur perjalanan yang efisien agar perusahaan transportasi mendapatkan keuntungan yang lebih besar, dan sebagainya.

Bila semua hal di atas masih sulit, maka cara sederhana untuk mendapatkan pokok bahasan adalah dengan mendatangi perpustakaan untuk membaca buku-buku, atau langsung membaca PI-PI kakak-kakak kelasnya yang sudah selesai. Dari sana, ambil salah satu tema dari ribuan PI yang ada, tetapi penulisannya tidak boleh mencontek keseluruhannya (plagiat). Ambil saja temanya, lihat di sarannya (untuk peneliti berikutnya) dan selanjutnya kembangkan pemikiran kita agar ada pemikiran baru yang keluar dari pemikiran kita sendiri (ada andil kita di dalam PI kita yang merupakan kelanjutan penelitian dari peneliti sebelumnya).

10.3. Konsentrasi berkesinambungan

Penyelesaian PI akan lebih baik jika tidak terjedanya konsentrasi kita untuk hal-hal lain di luar PI. Andaikan harus terjeda (pasti akan terjeda karena harus kuliah, ujian, dsb.) tetap harus memikirkan PI dan harus selalu menyediakan waktu untuk menyusun (misalkan pada malam hari). Satu hari saja kita tidak memikirkan PI maka sulit bagi kita untuk memulainya kembali, sehingga ada kiasan ”tiga minggu kita menyia-nyiakan penulisan, maka kita akan mulai menulis lagi pada tiga tahun kemudian.”

10.4. Sisihkan uang jajan

Tidak murah menyusun PI, tapi hasilnya (jika berhasil) tidak akan terbayar rasa bahagianya. Karenanya, jangan terlalu membebani orang-tua, mulailah dengan menyisihkan uang jajan. Gunakan uang jajan untuk membeli kertas, tinta printer, buku, dan segala sesuatu yang mendukung PI.
Kita tidak bisa berharap, setiap tulisan yang kita buat (dan sudah kita cetak) tidak ada koreksi dari dosen pembimbing. Kita juga tidak bisa berharap bahwa sekali cetak akan mulus tercetak (kadang-kadang masih ada yang salah, kurang halaman, kotor, dan sebagainya.)

10.5. Kuatkan teori, dan kuatkan mental untuk siap berdebat

Pengujian bukan hanya sewaktu ujian sidang PI, tetapi sewaktu menyusun PI, kita sudah harus berhadapan dengan dosen pembimbing.  Salah satu cara dosen pembimbing mengetahui PI dibuat sungguh-sungguh oleh mahasiswa bimbingannya (bukan mencontek atau dibuatkan orang lain) adalah dengan mengujinya.
Pengujian itu juga bukan tanpa sebab lain, karena setiap dosen pembimbing juga diminta pemberian nilainya oleh koordinator Bagian PI Universitas. Jadi, untuk memberi nilai yang pantas bagi bimbingannya, dosen pembimbing juga ikut menguji (sewaktu proses penyusunan).

10.6. Malu pada diri sendiri

Memang, dari sekian ratus atau bahkan ribu mahasiswa yang menyusun PI dalam waktu yang bersamaan, tidak semua terpantau, sehingga ada juga mahasiswa yang mau enak sendiri. Misalkan, minta dibuatkan teman, atau beli kepada penyedia penyusunan PI, bahkan mencontek habis (plagiat).
Apakah hal itu akan merugikan dosen pembimbing atau pihak Universitas ?, secara langsung tidak akan merugikan, justru ruginya bagi mahasiswa yang bersangkutan, karena sudah menyalahi kaidah keilmuan yaitu jujur dan bertang-gung jawab yang tentunya akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak di akherat.
Karenanya, malulah pada diri sendiri bila kita berbuat yang dilarang oleh Tuhan YME, antara lain berbuat curang, mengelabuhi orang lain, dan menyiksa diri sendiri.

11. PENUTUP


Demikianlah sedikit ulasan dari kami, semoga bermanfaat. Bila ada saran atau pertanyaan, silakan e-mail kami, insya Allah akan kami jawab atau kami tambahkan di penulisan ini. Terima kasih atas perhatiannya.

Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan

Pengertian:

     Speialisasi
            Spesialisasi adalah kegiatan suatu keluarga untuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan satu macam barang atau beberapa macam barang saja.
            Kalau kebutuhan aneka macam barang atau jasa semakin banyak maka semakin besar keterlibatan keluarga yang harus mengkhususkan diri dalam memproduksi satu macam atau beberapa macam barang yang lain.
      Diferensiasi
            Diferensiasi adalah penyebaran atau dengan bahan dasar yang sama bisa dibuat beberapa macam produk, dengan cara menyerahkan ke bagian-bagian yang sudah melakukan spesialisasi.
      Misalnya: kapas dari petani , kapas dijual kepada usaha pertenunan untuk                               dijadikan kain, atau benang kemudian diserahkan ke perusahaan garmen                  untuk dijadikan baju, tas, sprei, dan sebagainya.
            Masalah yang timbul dalam barter adalah masalah bagaimana kalau barang yang dibutuhkan semakin banyak dan beraneka macam sesuai dengan perkembangan dan pertambahan penduduk. Untuk itulah maka diatasi dengan memakai alat pembayaran yang disebut sebagai uang.
            Dengan alat pembayaran uang maka mulailah kegiatan perekonomian secara modern yang ditandai dengan munculnya berbagai macam perusahaan yang melaksanakan bisnis tertentu untuk memenuhi kebutuhan manusia yang beraneka ragam tersebut.
            Perusahaan merupakan penjabaran dari kegiatan-kegiatan spesialisasi maupun diferensiasi yang dilakukan oleh masing-masing keluarga dalam perekonomian yang bersifat barter. Dengan semakin kompleknya sistem ekonomi yang ada saat ini maka timbullah berbagai macam perusahaan. Jadi apa sebenarnya pengertian perusahaan itu?.

            Perusahaan adalah suatu unit kegiatan ekonomi yang diorganisasi dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara menguntungkan.

  Tempat Kedudukan perusahaan
      Adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.

Letak Perusahaan
            Letak perusahaan melakukan kegiatan fisik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya.
Faktor- faktor yang mempengaruhi biaya adalah:
1.      Harga bahan baku/ bahan pembantu
2.      Tingkat upah buruh
3.      Tanah
4.      Pajak
5.      Tingkat bunga
6.      Biaya alat produksi tahan lama
7.      Biaya atas jasa pihak ketiga

Jenis Letak Perusahaan
1.   Letak perusahaan yang terkait dengan alam yaitu,letak perusahaan yang pada umumnya  karena ketersediaan dan kemudahaan bahan baku. Perusahaan berkaitan dengan bahan- bahan tambang pada umumnya terletak daerah produksi alamnya, seperti perusahaan timah, emas, dan sebagainya.
2.    Letak perusahaan yang berdasarkan sejarah yaitu perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Misalnya perusahaan batik banyak didirikan di Yogyakarta, solo, dan sebagainya.
3.    Letak perusahaan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu, perusahaan ditetapkan letaknya atas peraturan pemerintah demi keamanan, kesehatan, dan lingkungan. Misalnya peternakan ayam tidak boleh di tengah- tengah pemukiman atau kota padat penduduk, dan sebagainya.
4.    Letak perusahaan yang dipengaruhi faktor- faktor ekonomi yaitu pemilihan letak yang bersifat industri adalah kedekatan dan ketersediaan bahan mentah, tenaga kerja, ketersediaan modal, kemudahan transportasi, serta dekat pasar dan kesesuaian iklim.

Tujuan Pendirian Perusahaan
       Secara umum tujuan pendirian perusahaan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:
1.      Tujuan Ekonomis: berkaitan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya, dalam hal ini perusahaan menciptakan laba, menciptakan pelanggan dan menjalankan upaya- upaya pengembangan dengan memusatkan perhatiannya pada kebutuhan masyarakat dalam produk yang diinginkan.
2.      Tujuan Sosial: perusahaan diharapkan untuk memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia faktor- factor produksi, maupun masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu, memberikan kepuasan kepada keinginan konsumen atau pelanggan.

Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Yang mana suatu sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
Prusahaan adalah suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tujuan tertentu, antara lain keuntunan, pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun tanggung jawab sosial.

Fungsi- fungsi Perusahaan
Dalam mencapai tujuan dikenal dua fungsi perusahaan yaitu fungsi operasi dan fungsi manajement.
Yang termasuk dalam fungsi operasi yaitu:
1.      Pembelian dan produksi
2.      Pemasaran
3.      Keuangan
4.      Personalia
5.      Akuntansi
6.      Administrasi
7.      Teknologi/komputasi
8.      Transformasi dan komunikasi
9.      Pelayanan umum
10.  Hukum/ perundang- undangan dan humas
Adapun yang termasuk dalam fungsi manajement adalah:
1.      Perencanaan
2.      Pengorganisasian
3.      Pengarahan
4.      Pengendalian

Ciri- ciri Perusahaan
1.      Operatif
2.      Koordinatif
3.      Reguler
4.      Dinamis
5.      Formal
6.      Lokasi
7.      Pelayanan bersyarat

Jenis- jenis Lingkungan Perusahaan
Lingkungan Perusahaan ada 2 (dua) macam yaitu:
1.      Lingkungan eksternal perusahaan adalah faktor- faktor di luar dunia usaha yang mempengaruhi kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal perusahaan ini dapat dibedakan menjadi lingkungan eksternal mikro dan lingkungan eksternal makro.
2.      Lingkungan internal adalah faktor- faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Seperti tenaga kerja, peralatan, mesin- mesin, dan sebagainya.

Referensi:
  1. Agus arijanto, pengantar bisnis (pusat pengembangan bahan ajar_UMB)
  2. http://sakinah-febrianty.blogspot.com/2010/10/perusahaan-dan-lingkungan-perusahaan.html