Tema Karangan

Pengertian tema, secara khusus dalam karang-mengarang, dapat dilihat dari dua sudut, yaitu dari dari sudut karangan yang telah selesai dan dari proses penyusunan sebuah karangan.
Dilihat dari sudut sebuah karangan yang telah selesai, tema adalah suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Amanat utama ini dapat diketahui misalnya bila seorang rnembaca sebuah roman, atau karangan lainnya. Selesai membaca karangan tersebut, akan meresaplah ke dalam pikiran pembaca suatu sari atau makna dari seluruh karangan itu. Sebuah buku roman misalnya akan memiliki sebuah tema dasar yang dapat dirumuskan dalam sebuah kalimat singkat: “Karena kuatnya pengaruh adat-istiadat, maka setiap perjuangan muda-mudi untuk rnenentukan sendiri kawan-hidupnya di sekitar tahun dua puluhan, akan selalu menemui kegagalan”. Inti atau sari amarrat dari buku roman yang hanjang lebar menguraikan kisah asmara antara seorang pemuda A dan Pemudi B, yang akhirnya hancur berantakan karena halangan dari pihak orang tua dan adat-istiadat, sebagai yang dirumuskan dalam kalimat singkat di atas tadi, itulah yang dinamakan tema.
Dari segi proses penulisan kita bisa membatasi tema dengan suatu rumusan yang agak berlainan, walaupun nantinya apa yang dirumusk an itu pada hakekatnya sama saja. Dalam kenyataan untuk menulis suatu karangan, penulis harus memilih suatu topik atau pokok pembicaraan. Di atas pokok pembicaraan itulah ia menempatkan suatu tujuan yang ingin disampaikan dengan landasan topik tadi. Dengan demikian pada waktu menyusun sebuah tema atau pada waktu menentukan sebuah tema untuk sebuah karangan ada. dua. unsur yang paling dasar perlu diketahui yaitu topik atau pokok pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi. Berdasarkan kenyataan ini, pengertian tema dapat dibatasi sebagai: suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi.
Hasil perumusan yang kita namakan tema tadi, bisa dinyatakan dalam sebuah kalimat singkat seperti contoh yang telah dikemukakan di atas. Tetapi tema itu dapat pula mengambil bentuk yang Iebih luas berupa sebuah alinea, atau berupa rangkaian dari alinea-alinea. Bentuk yang terakhir ini biasanya disamakan dengan ikhtisar, dan kadang-kadang dengan ringkasan. Antara ringkasan dan tema sebenarnya terdapat perbedaan besar, karena dalam sebuah ringkasan masih disebutkan para pelaku dengan alur kisahnya (plot) dan sebagainya. Sedangkan tema hanya merupakan gagasan-gagasan atau amanat yang ingin disampaikan pada para pembaca, belurn dijalin dengan para pelaku, tempat sebagai ruang berlangsungnya peristiwa atau aktivitas dan interaksi antara. para tokohnya. Ringkasan merupakan utaian itu secara komplit dalam bentuk yang singkat, sedangkan tema merupakan sari dasar atau amanat yang akan disampaikan penulis.
Bagaimanapun semua karya, entah sebuah buku yang bersifat rekaan (fiktif) seperti roman, novel, cerpen,.atau sebuah buku yang bersifat non-fiktif tentang masalah perburuhan, politik internasional, perkembangan teknologi modern, hasil penelitian dsb., harus memiliki sebuah tema, atau sebuah amanat utama. yang akan disampaikan kepada para pembaca. Atau dengan kata lain amanat utama yang akan disampaikan itu merupakan suatu maksud tertentu yang dijalin dalam sebuah topik pembicaraan.
Panjang tema tergantung dari berapa banyak hal yang akan disampaikan sebagai perincian dari tujuan utama, dan kemampuan penulis untuk memperinci dan mengemukakan ilustrasi-ilustrasi yang jelas dan terarah. Perbandingan antara tema dengan karangan dapat disamakan dengan hubungan antara sebuah kalimat dan gagasan utama kalimat yang terdiri dari subyek dan predikat. Semua bagian kalimat lainnya hanya berfungsi untuk memperjelas gagasan-gagasan utama tadi. Begitu pula, kedudukan tema secara lebih konkrit dapat kita lihat dalam hubungan antara kalimat topik dan alinea. Kalimat topik merupakan tema dari alinea itu. Sedangkan kalimat-kalimat lainnya hanya berfungsi untuk memperjelas kalimat topik atau tema alinea tersebut.
Menentukan judul & tema karangan
Setiap kita akan menulis atau membuat suatu karangan pasti sebelum kita membuat karangan tersebut kita akan menentukan tema beserta judul dari karangan yang akan kita buat. Pada saat pembuatan tema dan judul karangan, tema dan judul karangan yang akan kita buat harus sesuai dengan isi karangan yang kita buat, sehingga karangan yang kita buat itu alur ceritanya mudah dipahami dan dimengerti oleh pembaca
pertama untuk menentukan judul dan tema karangan anda harus mencari topik terlebih dahulu.
Topik adalah sebuah kalimat yang merupakan ide utama dalam sebuah paragraf, cerita atau sebuah tulisan lainnya. Saat kita memulai untuk membuat karya tulisan, kita harus mempunyai topik yang akan kita kembangkan. Dengan kata lain, topik ini adalah yang akan membatasi sampai mana pembahasan kita dalam sebuah karya tulisan, baik itu tulisan yang bersifat seni maupun yang bersifat resmi. Topik dibagi menjadi 2 menurut salah satu blog lain yang saya baca. Yaitu, topik itu sendiri dan pengontrol ide. Topik akan menuju ke subyek yang akan kita bahas. contoh kecilnya, topik dari tulisan saya ini adalah pembahasan tentang topik, tema dan judul serta bagaimana cara menentukan topik, tema dan judul yang baik. Tulisan ini akan dibatasi oleh semua bahasan tentang topik, tema dan Judul.
untuk mementukan topik terdapat beberapa syarat seperti yang ada dibawah ini :
1. Topik harus menarik perhatian penulis.
Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.Penulis akan didorong agar dapat menyelesaikan tulisan itu sebaik-baiknya.Suatu topik sama sekali tidak disenangi penulis akan menimbulkan kesalahan.Bila terdapat hambatan ,penulis tidak akan berusaha denngan sekuat tenaga untuk mengumpulkan data dan fakta yang akan digunakan untuk memecahka masalah.
2. Diketahui oleh penulis.
Penulis hendaklah mengerti atau mengetahui meskipun baru prinsip-perinsip ilmiahnya.
Contoh:
• Mencari sumber-sumber data .
• Metode atau penerapan yang digunakan.
• Metode analisis yang akan digunakan.
• Buku-buku referensi yang digunakan
3. Jangan terlalu baru,jangan terlalu teknis dan jangan terlalu kontroversial.
Bagi penulis pemula,topik yang baru kemungkinan belum ada referensinya dalam kepustakaan.Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak penulis bila tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya.Topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara objektif.
4. Bermanfaat.
Topik yang dipilih hendaknya bermanfaat. Ditinjau dari segi akademis dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat berguna dalam ehidupan sehari-hari maupun dari segi praktis.
5. Jangan terlau luas.
Penulis harus membatasi topik yang akan ditulis.Setipa penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan berbatas untuk digarap sehingga tulisannya dapat terfokus.
6. Topik yang dipilih harus berada disekitar kita.
7. Topik yang dipilih harus yang menarik.
8. Topik yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.
9. Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.
10. Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. topik yang di pilih jangan terlalu baru
11. Topik yang dipilih memiliki sumber acuan.
setelah menentukan topik anda akan menentukan tema yang baik untuk karangan anda.
tema adalah sebuah gagasan pokok dalam sebuah tulisan. Kalau topik adalah kalimatnya, kalau tema adalah gagasan pokoknya. Tema dari tulisan ini adalah mengenai ‘topik, tema dan judul’. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen,puisi,novel,karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah atapnya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.untuk menentukan tema yang baik terdapat beberapa syarat yaitu :
1. Tema menarik perhatian penulis.
Tema yang menarik perhatian penulis akan memungkinkan penulis berusaha terus- menerus mencari data untuk memecahakan masalah-masalah yang dihadapi, penulis akan didorong terus-menerus agar dapat menyelesaikan karya tulis itu sebaik-baiknya.
2. Tema dikenal/diketahui dengan baik.
Maksudnya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip ilmiah yang diketahuinya, penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam. Dalam keadaan demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah dan teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang masalah tadi, maka ia sanggup menguraikan tema itu sebaik-baiknya.
3. Bahan-bahannya dapat diperoleh.
Sebuh tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.
4. Tema dibatasi ruang lingkupnya.
Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya
yang terakhir adalah menentukan judul karangan yang baik.
Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul juga merupakan nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.
Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan. Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya sangat luas. Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, shingga bisa terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya. Sebuah judul yang baik akan merangsang perhatian pembaca dan akan cocok dengan temanya.
Judul hanya menyebut ciri-ciri yang utama atau yang terpenting dari karya itu, sehingga pembaca sudah dapat membayangkan apa yang akan diuraikan dalam karya itu. Ada judul yang mengungkapkan maksud pengarang, misalnya dalam sebuah laporan eksposisi, contohnya : “Mengetahui dan Menentukan Topik, Tema dan Judul”.
Judul karangan sedapat-dapatny:
a.. singkat dan padat,
b. menarik perhatian, serta
c. menggambarkan garis besar (inti) pembahasan
Berikut adalah syarat untuk menentukan judul karangan yang baik yaitu:
a. Asli
Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.
b. Relevan
Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda ( harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut).
c. Provokatif
Judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga(calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau(calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi
d. Singkat
Judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.
e. Harus bebentuk frasa
f. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi,
g. Tanpa tanda baca di akhir judul karangan,
h. Menarik perhatian,
i. Logis,
j. Sesuai dengan isi.
Judul dibagi menjadi dua,yaitu :
1.      Judul langsung :
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.
2.      Judul tak langsung :
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.
Sumber :
Reference: Prof. DR. Gorys Keraf. Komposisi_Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa
https://tiaralisya.wordpress.com/

Akhir Perseteruan antara Korpri dan KPK

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo membentuk sebuah tim khusus yang akan membantunya menyelesaikan perseteruan KPK-Polri. Tim Khusus ini akan bekerja memberikan masukan kepada Jokowi.
"Ini tidak secara formal, tetapi sewaktu-waktu kami diminta untuk memberikan masukan sehubungan dengan masalah ini," kata mantan Ketua MK Jimly Ashidiqqie di Istana Merdeka, Minggu malam, (25/1). Pernyataan ini disampaikan Jimly usai mendampingi Jokowi memberikan keterangan pers.
Tujuannya pembentukan tim ini, kata dia, untuk meredakan ketegangan di tengah-tengah masyarakat. Kedua memberi kesempatan proses penegakan hukum yang objektif, rasional dan transparan sebagaimana mestinya. Jimly memastikan tim ini independen dan akan membantu presiden sepenuhnya.
"Ini menunjukkan itikad baik Presiden untuk merespon usulan dari berbagai kalangan mengenai pentingnya dibentuknya tim independen. Tapi dipandang bahawa supaya tim itu atau kami ya tidak melakukan hal-hal yang justru kontraproduktif mengganggu teknis hukum yang sedang berlangsung
Tim ini, ujarnya, akan terus menjalin komunikasi dengan KPK dan Polri dalam penyelesaian kasus yang saat ini sedang disoroti yaitu kasus dugaan korupsi Komjen Budi Gunawan dan kasus Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Bareskrim Polri.(flo/jpnn)
Alhamdulillah sebagai bangsa kita patut bersyukur kepada Tuhan YME, karena dapat mengakhiri tahun 2014 dengan baik dan lebih khusus bersyukur atas keberhasilan bangsa dalam menyelesaikan genda besar pergantian pemerintahan yang berlansung dengan sangat baik dan bermartabat.


Memasuki tahun 2015 kita dituntut untuk merenung dan mengevaluasi banyak hal terhadap kejadian memprihatikan yang menimpa bangsa ini. Bencana tanah longsor, banjir bandang, kecelakaan pesawat terbang Air Asia dan gonjang-ganjing politik perseteruan antara KPK dengan Kepolisian pada akhir-akhir ini, semuanya menguji kedewasaan kita sebagai bangsa. Menyikapi berbagai kejadian tersebut, ada baiknya kita maknai sebagi ujian  yang akan mengangkat  derajad dan martabat bangsa apabila kita mampu menyelesaikan dengan arif.

Lembaga Kepolisian dan KPK adalah dua diantara lembaga vital dalam penegakan hukum di Indonesia yang menjadi harapan bangsa ini untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara professional. Keduanya mengemban tugas yang sama memberantas tindak pidana korupsi, oleh karena itu sudah semestinya saling membantu, saling membackup, saling memperkuat dan bersinergi. Dan justru sangat tidak diharapkan apabila diantara keduanya kemudian saling menyerang dan melemahkan.

Kita menyadari bahwa semua yang diciptakan oleh manusia didunia ini termasuk lembaga KPK dan Kepolisian RI pasti mempunyai kekurangan dan kelemahan, sehingga wajib hukumnya bagi lembaga manapun untuk secara legowo menerima kontrol dari manapun asalnya. Kesediaan menerima kontrol, kritik dan koreksi merupakan salah satu indikasi bahwa kita menyadari kalau belum sempurna dan terus berupaya untuk menjadi lebih baik. 
Berkaitan dengan kontrol, memang banyak cara yang dapat dilakukan, namun yang menjadi penting bagi pihak yang menyampaikan kontrol sebetulnya adalah bagaimana agar substansi kontrol itu bisa diterima dengan tepat dan bisa ditindaklanjuti oleh pihak yang dikontrol dan bukan menjadikan mereka terpojokkan.
Ada falsafah jawa yang sudah sering kita dengar dan baca yaitu Menang tanpo ngasorake” atau “menang tanpa merendahkan”. Falsafah ini memberikan pesan pengajaran kepada kita bahwa untuk merubah pemikiran orang lain agar mengikuti kehendak kita, sebaiknya dilakukan secara elegan, manusiawi dan menjaga agar orang tersebut tidak merasa digurui apalagi dipermalukan atas kesalahannya.
 
Suatu saat mungkin kita pernah mempunyai pengalaman komunikasi yang gagal, pada saat menyampaiakan informasi yang sangat penting buat seseorang tetapi oleh penerima justru memberikan tanggapan sebaliknya bahwa gara-gara cara penyampaian yang kurang tepat, informasi yang maksudnya baik ternyata ditanggapi sebaliknya. Hal semacam ini bias terjadi akibat dari cara menyampaikan yang kurang tepat, baik waktunya, tempatnya ataupun cara komunikasinya. Orang-orang yang arif sangat memperhatikan waktu, tempat dan cara penyampaian dalam berkomunikasi. Waktu, tempat dan cara penyampaian yang ditampilkan dalam nada suara, ekspresi wajah dan gerakan tubuh mempunyai pengaruh besar terhadap ketepatan penerimaan dari  lawan bicara.
  
Mahluk Tuhan di dunia ini secara alami mempunyai naluri untuk mempertahankan diri dari pengaruh disekitarnya. Manusia mempunyai kecenderungan untuk mempertahankan diri apabila diserang dalam artian apabila simbul kehormatannya diusik, hargadiri dilecehkan, dipermalukan dimuka umum pasti akan bereaksi. Ada pepatah yang sering diungkapkan oleh masyarakat “jangankan manusia, cacingpun kalau diijak akan menggeliat”. Ini barangkali salah satu hikmah yang bisa kita petik atas terjadinya perseteruan antara KPK dan Kepolisian.

Sebagai anak bangsa kita sangat berkepentingan agar POLRI dan KPK sebagai institusi negera yang ditugasi memerangi tindak pidana korupsi menjadi kuat, profesional, bekerja dan berjalan seiring, saling memberikan dukungan, tidak perlu ada yang merasa dilemahkan ataupun merasa lebih superior.
 
Mari turunkan emosional, hilangkan arogansi pribadi, korps dan kekuasaan untuk berfikir lebih luas pada kepentingan bangsa. tidak lagi ada yang merasa terhina, dilecehkan, disalahkan dan dipermalukan. Sebaliknya dalam suasana yang sedang bersitegang seperti ini, tampilan arogansi, kesombongan mebanggakan diri atas kekuasaan yang dimiliki dapat berpotensi memancing reaksi yang sama terhadap rival atau mereka yang merasa menjadi sasaran tembak.

Hidup KPK, Hidup POLRI ….. berkompetisilah dalam melayani rakyat

http://miswanhadi.blogspot.com


Prokontra Pengaturan Tiket Pesawat Terbang Murah

Jakarta -Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatur batas bawah tiket penerbangan langsung disambut pro-kontra di masyarakat. Pengaturan dilakukan atas alasan keselamatan.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mencoba memberikan penjelasan atas rencana kontroversial tersebut saat ditemui awak media di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (7/1/2014).

Berikut petikan lengkap wawancara Jonan:

Low Cost Carrier (LCC) mengurangi standar keselamatan?
Yang bilang LCC mengurangi standar keselamatan siapa? Saya tidak mengurangi. 

Tarif harus 40% dari batas atas? 
Di peraturan itu tidak dikenal istilah LCC atau tidak gitu. 

Pembatasan akan menggerus bisnis dari LCC? 
Menggerus?

LCC jadi tidak bisa bertahan karena pangsa pasarnya tidak ada lagi bagaimana?
Begini lho, kalau mau itu, YLKI tulis surat ke Kemenhub, menyatakan tarif batas bawahnya terlalu tinggi. Kan tarif batas bawahnya itu sekarang 40% dari batas atas.
Waktu saya ditugaskan dua bulan lalu tarif batas bawahnya 50% malahan, kok sekarang protesnya kenapa? Kalau mau YLKI mewakili konsumen untuk mengatakan keberatan protes.

Tujuannya tarif batas bawah itu begini. Satu, supaya semua airline, peraturan tidak mengenal LCC atau tidak, di peraturan itu nggak ada. Itu kan istilah komersial saja.

Saya juga tidak mengenal LCC atau tidak LCC. Kalau ditanyakan kenapa 40% kenapa nggak 10% saja? Kami itu tujuannya membantu supaya semua airline punyai ruang keuangan yang cukup untuk mempertahankan pelayanan dan keselamatan.

Kenapa?
Sekarang begini, sejak 6 bulan lalu kurs dolar AS sudah melemah 25%, dari Rp 9.000 jadi Rp 12.000 lebih ya kurang lebih segitu. Pertanyaan begini, yakin nggak kurs dalam waktu singkat ini menguat, kalau tidak menguat, banyak pengeluaran-pengeluaran airline terkait mata uang asing. Misalnya, perawatan dan sebagainya.

Coba ditanyakan ke Angkasa Pura landing fee-nya naik gak, pasti naik. Navigasi udara naik gak, karena semua peralatan ini impor. Kalau nanti kurs rupiah naik atau menguat jadi Rp 10.000 ya diturunkan misalnya 20% dari batas atas. Kalau kembali lagi jadi Rp 9.000 atau Rp 8.000 bisa diturunkan lagi 20%.

Saya ini membantu supaya airline itu bisa dalam pelayanannya secara keseluruhan tetep menjaga keselamatan. Kalau airline-nya keberatan ya kirim surat tapi sebaiknya YLKI mewakili konsumen bahwa itu keberatan karena terlalu tinggi. Lho, kok airline-nya sekarang yang keberatan, ada apa sih ini sebenarnya? Kok ribut banget industri ini.

Saya kasih contoh, saya 6 tahun di PTKA tarif kereta yang tempat duduknya kayak ekonomi di pesawat itu, misalnya Argo Sindoro atau Argo Lawu ke Semarang atau Taksaka ke Yogya tarifnya Rp 350.000. Delapan jam Yogya.
Ke Surabaya Argo Bromo Anggrek sekitar Rp 400.000-an. Sekarang anda cek sendiri, tarif pesawat kalau misalnya Jakarta-Denpasar Rp 300.000-400.000 apa mungkin itu? Kereta saja tarifnya segitu.

Saya membantu airline supaya bisa punya ruang keuangan yang cukup mempertahankan pelayanan. Dan juga untuk mempertahankan service. Harusnya YLKI yang prostes kirim surat ke kami nanti kami kirimkan lagi.

Jadi ruang itu mungkin untuk turun?
Mungkin. Semua ada risikonya. Saya tunggu YLKI tulis surat jangan airline-nya. Dibandingkan dengan KA sajalah, KA ke Surabaya 9 jam lebih, Rp 350-400 ribu malah sekarang. 

Masak ada pesawat jual tiket Rp 500-600 ribu takut. Wah, takut nggak laku mau jual Rp 300 bagaimana caranya? Apa yang dikorbankan itu? Sekali lagi kursnya melemah. Masak beli pesawat tidak pakai kurs dolar, perawatan juga, sparepart dan sebagainya.

Ada penurunan kualitas?
Bukan kecurigaan, kok anda suka curiga. Saya itu membantu supaya layanannya itu dan jaminan keselamatan.

Penerbangan industri yang tidak ada margin buat salah. Kalau kereta api rusak, mogok saja, tidak jatuh, tidak ada awan CB. Gunung meletus tetap jalan. Kalau ini pesawat kan risikonya besar sekali.

Dengan kenaikan ada peningkatan pengawasan? 
Pasti, sebenarnya SOP pengawasan itu sudah lengkap. Tinggal konsistensinya saja. Kalau menurut saya selama ini konsisten nggak, saya sih lihat kadang konsisten kadang nggak.
Contoh kalau misalnya pengawasan baik apakah izin rute itu cuma formalitas saja. Kan itu pertanyaan saya. Kalau formalitas di buang saja nggak usah ada izin rute, urus sendiri, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dibubarkan saja.

Ini kita pakai slot. Slot itu izin resmi tak usah pakai Dirjen Hubud, slot itu kan pendekatannya banyak ada juga pendekatan komersial.

LCC bakal tumbang?
Kita terapkan aturan sesuai UU Penerbangan. Saya tidak mau dikritik kalau ini saya terapkan. Kalau misalnya ada yang mengkritik ini kok lebih ketat loh selama ini konsisten gak Undang-undangnya?

Kan saya cuma pelaksana Undang-undang saja. Di UU itu gak ada peraturan LCC. Itu kan commercial gimmick saja. Sekarang dilakukan audit. Masih dilakukan kok ditanya hasil?

Izin rute terbang?
Itu slot kordinator untuk internasional. Itu yang ditugaskan salah satu staf Kementerian Perhubungan. Yang internasional itu salah satu staf Garuda. Dia hitung slot-nya.

Airport keberangkatan yang terima juga ikut. Ada lagi yang ikut staf otoritas bandara yang bagian keamanan bandara. Airline sendiri juga ikut. Kalau ini sudah klop diajukan ya langsung diajukan. Direktorat Angkutan Udara kita minta slot ini jadi izin rute. Kita minta dari sudut lain. Kalau ditanya ini sering permainan ga? Makanya itu saya kasih. Kalau ada yang salah dihukum ga? Pasti dihukum, saya ga ada pilih kasih. Paham ya? Itu kan yang ditanyakan kan?

Pak Tony bantah mengaku salah?
Loh? Kalau bantah ya ada e-mailnya di saya.
Soal izin hantu AirAsia?
Prinsipnya pada waktu terbang itu tak ada izin rutenya. Hari 1, 2, 4, 6.

Singapura ada izin mungkin?
Bisa saja kan antar negara tak harus dia lihat izin kita. Airline yang harus urus izin Singapura. Di sini diwajibkan izin ke Kemenhub. Ya tidak bisa. Kenapa saya harus menurut Singapura? Sejak kapan? Coba ngomong.

Diajukan saja izin rutenya dulu. Memungkinkan ada maskapai lain. Paling lambat akhir minggu ini diberitahu.

Soal sute yang di-suspend?
Kalau di-suspend itu sebenarnya yang salah, yang keterlaluan, airline apa bukan? Iya apa ndak? Jangan dipercaya airline-nya kalau begitu.

Kalau ada diumumkan. Ini gak ada. Ini khusus airlines. Lainnya saya gak mengurusi. Ke semua penerbangan.
Hindari perang tarif
Namun, pemerintah memiliki alasan lain atas rencana penyeragaman tarif batas atas dan bawah tersebut, yakni memperbaiki iklim persaingan usaha di industri penerbangan yang dirasa sudah tak sehat. "Kami hanya mengakomodasi keinginan pengusaha dan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) yang juga  minta ada aturan tarif batas bawah," kata Djoko Murdjatmodjo, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) beralasan.
Djoko menambahkan, aturan tersebut tak serta-merta menghilangkan peluang maskapai penerbangan yang ingin menyodorkan harga tiket di bawah ketentuan. 
Maskapai ini bisa menyodorkan tiket murah dengan izin kepada Kemhub. Lantas, Kemhub akan menilai sodoran harga miring tersebut dengan standar keselamatan penumpang yang harus dipenuhi oleh perusahaan.
Dukungan mengalir dari  pengamat penerbangan dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Arista Admadjati. Menurut Arista, penetapan tarif batas bawah itu bisa melindungi konsumen dari perang tarif yang terjadi di kalangan maskapai berbiaya murah.
Tak cuma perlindungan konsumen, para pelaku usaha di industri penerbangan LCC juga bakal diuntungkan dengan aturan itu. Maklum, perang harga itu justru membikin mereka babak -belur sendiri.
Namun, Arista memberi catatan, aturan baru tersebut semestinya juga mengatur sanksi bagi maskapai penerbangan yang tetap memberlakukan tarif tidak sesuai ketentuan. 
Dia mengkritik, selama ini pemerintah cenderung tak tegas setiap kali menerapkan beleid kebijakan. Hal itu dilatarbelakangi tak adanya sanksi tegas yang harusnya juga ditegakkan dalam pemberlakukan aturan.



Teknologi Pencarian BlackBox

Hingga kini pencarian terhadap puing pesawat AirAsia QZ8501 terus dilakukan. Salah satunya pencarian dibantu teknologi sonar atau sound navigation and ranging.
Sonar adalah suatu metode memanfaatkan perambatan suara di dalam air untuk mengetahui keberadaan obyek di bawah permukaan air. Secara garis besar sistem kerja sebuah peralatan sonar adalah mengeluarkan sumber bunyi yang akan menyebar di dalam air.
Bunyi ini akan dipantulkan obyek di dalam air dan diterima kembali sistem sonar tersebut. Berdasarkan penghitungan kecepatan perambatan suara di dalam air maka letak obyek dalam air dapat diketahui jaraknya dari sumber suara.
Pada peralatan sonar yang lebih canggih tak hanya keberadaan obyek, bentuk fisik atau bahan pembentuk obyek juga dapat diketahui.
Teknologi sonar kini dipakai untuk mendeteksi keberadaan kotak hitam dan puing pesawat AirAsia QZ8501. Gelombang suara yang dipantulkan sonar akan menyebar di dalam air dan mencari keberadaan obyek yaitu pesawat AirAsia QZ 8501.
Teknologi sonar sebelumnya juga digunakan mencari keberadaan pesawat Malaysia MH 370 yang hilang pada Maret 2014 lalu. Selama ini sonar telah dipergunakan untuk mendeteksi kapal selam, ranjau di kedalaman air, penangkapan ikan secara komersil, serta keselamatan dan komunikasi di bawah laut.
Kotak hitam atau black box adalah sekumpulan perangkat yang digunakan dalam bidang transportasi - umumnya merujuk kepadaperekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.
Fungsi dari kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam tetapi berwarna jingga (oranye). Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan.
Penempatan kotak hitam ini dilakukan sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan. Umumnya terdapat dua unit kotak hitam yang diletakkan pada bagian depan pesawat dan bagian ekor pesawat, yang diyakini merupakan bagian yang utuh ditemukan.
                                                                                                                                                      
The hydrophone harus diposisikan di bawah termoklin lapisan yang mencerminkan suara, baik kembali ke permukaan atau kembali ke dasar laut.Karena sinyal pinger relatif lemah, hidrofon harus dalam waktu sekitar satu mil laut (6.076 kaki (1.852 m)) untuk mendeteksi itu. Hidrofon ini biasanya digunakan sekitar 1.000 kaki (300 m) di atas dasar laut, di mana ia dapat memindai petak sekitar 12.000 kaki (3.700 m) lebar, pada permukaan yang datar tingkat. 
The Phoenix Towed Pinger Locator (TPL) Sistem memberikan kemampuan untuk mendeteksi dan mencari pingers relokasi darurat di pesawat jatuh ke kedalaman maksimum 6.000 MSW mana saja di dunia. Pingers pesawat komersial yang dipasang langsung pada data penerbangan dan perekam suara kokpit, pemulihan yang sangat penting untuk investigasi kecelakaan.
Sistem ini terdiri dari ikan belakangnya, kabel derek, winch, unit daya hidrolik, generator, dan kontrol konsol topside, meskipun tidak semua komponen ini diperlukan pada setiap misi. Ikan derek membawa mendengarkan perangkat pasif untuk mendeteksi pingers yang secara otomatis mengirimkan pulsa akustik. Kebanyakan pingers mengirimkan setiap detik di 37,5 kHz, meskipun TPL dapat mendeteksi transmisi pinger antara 3,5 kHz dan 50 kHz pada setiap tingkat pengulangan. 
Pinger locator beroperasi di bawah laut, dan biasanya alat ini ditempelkan pada sebuah robot tanpa awak yang dikendalikan secara nirkabel dari kapal. Alat ini juga juga puanya kemampuan luar biasa karena dibekali pemancar sonat yang sanggup menjangkau hingga kedalaman enam ribu meter lebih.
Selain pinger locator milik kapal Baruna Jaya I, Singapura juga mengirim kapal RSS Kallang yang dibekali radar berbasis sonar terdapat di lambungnya. kapal ini juga dilengkapi dengan Thales Underwater System TSM-2022 MkIII, yang bisa mendeteksi kapal selam dan bangkai pesawat.




Teknologi Informasi dan Komunikasi Dibalik BlackBox

Dalam pembahasan kali ini saya akan membahasa sedikit tentang TIK di balik blackbox,Blackbox?Apa yang terlintas di pikiran kalian mengenai Blackbox ini? Ya Benar, ”PESAWAT TERBANG” .Blackbox memang identik dengan pesawat terbang Karena Black Box adalah suatu alat yang digunakan dalam bidang transportasi yang berfungsi merekam data penerbangan (flight data recorder atau FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder atau CVR) yaitu untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau ATC serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.
Selain korban, hal lain yang perlu di ketemukan dalam kecelakaan pewasat terbang adalah Kotak Hitam atau dikenal dengan “Black Box”. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam melainkan berwarna jingga (oranye). ( warna dicat terang agar mendapatkan tingkat visibilitas tinggi atau isitilah indonesia-nya menarik perhatian). Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan. Kotak hitam pertama mulai muncul pada tahun 1950 dan mulai diwajibkan pada tahun 1960-an
Pada tahun 1953, David Warren seorang Ilmuwan Aeronautical Research Laboratory (ARL) di Australia, menggagas pembuatan sebuah alat perekam percakapan antara pilot dengan kru selama penerbangan. Hal ini terinspirasi saat sebuah pesawat jet jatuh di India dan tidak dapat diketahui penyebabnya.
Tahun 1957, David Warren merampungkan prototip alat tersebut yang diberi nama ARL Flight Memory. Alat ini mampu merekam data percakapan antara pilot dengan kru selama 4 jam. Namun sayangnya, pihak Australia tidak berminat utk mengembangkan alat tersebut. Sehingga pada tahun 1958 Sekretaris United Kingdom Air Registration Board merasa tertarik pada prototip mesin yg diciptakan oleh David Warren.
Warren beserta tim diminta oleh pihak Inggris membawa alat tersebut utk dikembangkan di Inggris. Alat tersebut disempurnakan dengan pembungkus kotak yang diberi nama CSMU (Crash Survivable Memory Unit). Kotak tersebut dari lempeng aluminium tipis, silika dan baja tahan karat sehingga mampu bertahan dalam berbagai keadaan ekstrim.
Alat tersebut akhirnya laku terjual ke banyak negara utk perlengkapan pesawat terbang, sehingga pada tahun 1960 negara Australia merupakan negara pertama yang menerapkan bahwa semua pesawat terbang harus memiliki Black Box.

Ø  Bagian Bagian Pada BlackBox

1.      FDR (Flight Data Recorder) berisi parameter yg berhubungan dengan semua teknis penerbangan yang dipantau melalui beberapa sensor

2.      CVR/VDR(Cockpit Voicer Recorder / Voice Data Recorder) berisi tentang semua rekaman suara antara pilot, co pilot dan semua kru penerbangan serta suara mesin, suara lainnya yg berada di dalam cockpit.Dalam perkembangannya. FDR dan CVR tidak lagi menggunakan magnetic tape sebagai media penyimpanan informasinya melainkan dengan menggunakan Microchip Solid State

Untuk dapat dianalisis, data dan FDR dan CVR dibaca dengan mengguna-kan peralatan dan piranti lunak khusus. Di Amerika Serikat, hal ini dilakukan di laboratorium badan keselamatan transportasi nasional (National Transportation Safety Board/NTSB), yang memperoleh Read Out System dan Software dan pembuat Black Box. Proses ini dapat memakan waktu mingguan bahkan berbulan-bulan. Hasil analysis dan Black Box bukanlah satu-satunya sumber untuk dapat menyimpulkan penyebab suatu kece-lakaan.
Para penyelidik di Indonesia yang dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) harus menggabungkan dan mengsinkronisasikannya dengan berbagai macam temuan lainnya untuk dapat menyimpulkan secara utuh dan komprehensif Badan Otoritas Penerbangan Amerika Serikat

Black Box sendiri juga tahan terhadap suhu yang tinggi sampai 1.100 C. Crash Survivable Memory Unit (CSMU) berisi papan memori dikelilingi oleh isolasi termal baju besi dan baja yang dapat menahan dampak kecelakaan ribuan kali gaya gravitasi dan bertahan di laut pada kedalaman 14.000 – 20.000 kaki (4,270 m-6.096 m).Selain itu untuk memudahkan pencarian posisi (terutama pencarian di bawah air) atau black box pesawat, dilengkapi pula underwater locator beacon yang kerjanya adalah terus-menerus memancarkan perekam ultrasonik dan Sinyal dapat mencapai permukaan dari kedalaman 14.000ft

Hallo pengunjung my blog , berbicara tentang Black Box pasti tidak jauh dengan pesawat terbang . Yups , Black Box adalah suatu alat yang digunakan dalam bidang transportasi yang berfungsi merekam data penerbangan (flight data recorder,FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder,CVR) yaitu untuk merekam pembicaraan antara pilot dan pemandu lalu lintas udara atau ATC serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan.


Awalnya ide pembuatan Black Box diambil dari sebuah alat tape recorder yang berukuran saku , untuk dilanjutkan menjadi alat yang merekam semua arus komunikasi dalam penerbangan. Alat rekaman ini kemudian dimasukkan ke dalam kotak baja yang kuat untuk menjaga agar tidak ikut hancur ketika kecelakaan pesawat.  Kotak ini kemudian dilapisi asbes tahan api sehingga kabel-kabelnya tidak ikut rusak karena panas. 

Alat perekam data penerbangan ini , umumnya menggunakan pita perekam selayaknya kaset pada tape recorder . Namun perkembangan baru, kini telah digunakan FDR ataupun CVR yang merekam menggunakan chip memori khusus.

Muncul kekhawatiran pembicaraan para pilot selama penerbangan tersiar ke masyarakat umum dan disalahgunakan. Untuk mengatasi ini, dibuatkan komputer khusus yang disambungkan ke perekam. Dengan bantuan grafik, bisa dihasilkan gambar dari setiap kejadian.

Dalam perkembanganya. FDR dan CVR tidak lagi menggunakan magnetic tape sebagai media penyimpanan informasinya melainkan dengan menggunakan Microchip Solid State. Hal ini dikarenakan beberapa keunggulan dibandingkan dengan magnetic tape diantaranya :
1. Solid state mampu merekam data FDR sekitar 700 parameter, sedangkan magnetic tape hanya hanya sekitar 100 parameter.
2. Solid state mampu merekam data CVR selama 22 jam/siklus, sedangkan magnetic tape hanya mampu 30 menit/siklus.

Untuk dapat dianalisis, data dan FDR dan CVR dibaca dengan menggunakan peralatan dan piranti lunak khusus. Di Amerika Serikat, hal ini dilakukan di laboratorium badan keselamatan transportasi nasional National Transportation Safety Board (NTSB), yang memperoleh Read Out System dan Software dan pembuat Black Box. Proses ini dapat memakan waktu mingguan bahkan berbulan-bulan. Hasil analisa dan Black Box bukanlah satu-satunya sumber untuk dapat menyimpulkan penyebab suatu kece-lakaan. Para penyelidik di Indonesia yang dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) harus menggabungkan dan mengsinkronisasikannya dengan berbagai macam temuan lainnya untuk dapat menyimpulkan secara utuh dan komprehensif. Badan Otoritas Penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA)mewajibkan pesawat terbang komersial merekam sedikitnya 11 hingga 29 parameter, tergantung dari ukuran pesawat yang kemudian aturan ini diperbaharui pada tanggal 17 Juli 1997. Pesawat yang dibuat sesudah tanggal 19 Agustus 2002 diwajibkan untuk memiliki Black Box untuk merekam sedikitnya 88 parameter.
Seiring dengan perkembangan teknologi, Black Box (Kotak Hitam) ini juga terus dioptimasi agar fungsinya bisa semakin maksimal. Contoh kecil dahulu awal-awal ditemukan alat perekamnya masih menggunakan pita kaset biasa sekarang sudah diubah menjadi sebuah chip yang memiliki memori yang khusus, bahkan ada yang mengusulkan tidak hanya bisa merekam suara (voice), kedepan sebuah Black Box (Kotak Hitam) bisa dilengkapi dengan video recorder untuk merekam aktivitas pilot dan co pilot pada detik-detik menjelang kecelakaan.